Pengguna Smartfren Belum Bisa Move On

http://iamnotashamed.net – Jika ditanya soal siapakah provider yang paling giat menggeber teknologi 4G LTE, Smartfren boleh dibilang sebagai salah satunya. Tercatat, jaringan 4G LTE Advanced milik operator seluler yang identik dengan warna merah itu sudah ada di 200 kota di Indonesia. Smartfren mengklaim teknologinya sudah 100 persen diadopsi pengguna.

Meski fokus dengan 4G, rupanya jaringan CDMA miliknya masih tetap digunakan sebagian pengguna. Diakui Derrick Surya, VP Brand & Marketing Communication Smartfren Telecom, pengguna Smartfren di luar Jawa sudah migrasi ke 4G LTE secara utuh, sedangkan pengguna CDMA kebanyakan masih berpusat di pulau Jawa.

Walaupun begitu, Derrick Surya mengungkap bahwa Smartfren tak akan menutup CDMA begitu saja. Ia akan terus mempertahankan CDMA sampai akhirnya pelanggan di jaringan itu sudah tak ada lagi.

Smartfren
Smartfren

Ia juga mengumbar, jumlah pengguna 4G LTE Smartfren mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dari total 11,5 juta pelanggan, 4,5 jutanya diklaim sebagai pengguna 4G LTE per kuartal 3 di tahun 2016. Selain itu, dari 11,5 juta pelanggan Smartfren, 75 persennya menggunakan modem MiFi.

Derrick membenarkan bahwa bisnis Smartfren masih mengandalkan layanan pada modem MiFi, mengingat harganya terjangkau. Meski begitu, Smartfren berencana untuk menge-grab segmen handset open market dengan menjual kartu perdana karena lebih besar pada tahun ini.

Kejar open market handset

Menurut Derrick, pengguna layanan 4G LTE Smartfren menyumbang ARPU (Average Revenue per User) yang jauh lebih tinggi, mencapai kisaran Rp 100.000, dibandingkan pelanggan CDMA yang hanya berkisar di angka Rp 35.000 hingga Rp 40.000.

Smartfren kini memiliki 11,5 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, baru 4,5 juta yang menggunakan jaringan 4G LTE, berdasarkan data terakhir di kuartal-III 2016. Derrick memperkirakan jumlah pelanggan 4G LTE Smartfren kini sudah mencapai kisaran 6 juta.

“Dari 6 juta (perkiraan jumlah pelanggan 4G LTE sekarang) itu, sekitar 50 persennya menggunakan modem MiFi. Handset open market baru 20 persen” ujar Derrick, sambil menambahkan bahwa modem kemungkinan akan kembali menjadi perangkat yang paling banyak digunakan mengakses jaringan 4G LTE Smartfren tahun ini.

Smartfren kini tengah membidik pasaran handset open market agar tidak dibatasi oleh ponsel seri Andromax dan bisa beroperasi layaknya operator seluler lain yang kartu SIM-nya bebas dipakai di ponsel manapun. Upaya ini antara lain dilancarkan melalui bundling kartu SIM dengan produk smartphone bikinan vendor, seperti Samsung dan Lenovo.

Derrick mengungkapkan proyeksi lembaga riset GfK yang menyebutkan bahwa pada 2017 volume pasar smartphone 4G LTE di Indonesia mencapai 32 juta unit. Dari jumlah itu, volume smartphone 4G yang kompatibel dengan band 5 (850 MHz), band 40 (2.300 MHz), dan teknologi Voice-over-LTE (VoLTE) milik jaringan Smartfren mencapai 15 juta unit.

“Kami berharap bisa meraih sebagian saja dari pasar (15 juta smartphone 4G LTE) tersebut. Dapat 5 juta unit saja sudah bagus sekali,” tandasnya.