Melesatnya Pengguna 4G Dari Masa Ke Masa

http://iamnotashamed.net – Pengguna 4G LTE di Indonesia terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Padahal teknologi pita lebar seluler generasi keempat ini baru diperkenalkan pada akhir 2014 lalu. Berdasarkan data yang dipaparkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, pada awal-awal, penetrasi pengguna data di jaringan 4G secara industri mencapai 20%-30%. Tapi angka itu meningkat kembali pada tahun lalu menjadi 40%. Rudiantara memprediksikan di akhir tahun nanti pengguna jaringan generasi keempat ini bisa menjadi 60%.

4G
4G

“Secara industri pengguna 4G terakhir itu di atas 40%. Meski ada operator yang pengguna 4G sudah di atas 50%, tapi ada juga yang masih kurang 50%. Akhir tahun ini diprediksikan pengguna 4G secara industri bisa mencapai 60%,” ujar Rudiantara di Jakarta, Selasa (25/4/2017). Namun sebagai catatan, tumbuhnya penetrasi pengguna 4G ini, harus diimbangi dengan gencarnya operator meratakan penyebaran teknologi tersebut ke berbagi daerah Indonesia.

“Minimal kecepatan operator dalam mengembangkan coverage 4G juga,” tambah menteri yang akrab disapa Chief RA itu.

Sebab, lanjutnya, nanti pada 2018 akan ada penambahan spektrum baru dimana pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz telah diimplementasikan. Saat ini, pemerintah tengah merancang aturan dan melakukan lelang untuk blok kosong di dua pita frekuensi tersebut.

“Nanti ada tambahan spektrum 2,1 GHz dan 2,3 GHz juga pada tahun depan yang digunakan untuk di kota-kota yang kebutuhan bandwidth-nya besar,” kata Rudiantara.

Operator seluler terbesar di Indonesia Telkomsel memperluas keunggulannya pada pesaing tahun lalu, menambahkan 12 juta koneksi mobile mencapai 152 juta, dan Q1 juga menjadi pemimpin 4G negara tersebut.

Pesaing terdekatnya, Indosat, dengan pangsa 20 persen, memiliki kurang dari tujuh juta penambahan baru di tahun 2015, memberikan 69 juta koneksi mobile. Axiata XL kehilangan sepuluh juta subs dan mengakhiri tahun ini dengan 41 juta pengguna, mendorongnya ke nomor empat di bawah Hutchison 3 Indonesia.

Telkomsel, yang memiliki pangsa pasar 45 persen, juga berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam jaringannya daripada pesaing, menurut Fitch Ratings. Anggaran belanja modal untuk tahun 2016 adalah Rp13 triliun ($ 981 juta), dan 80 persen diperuntukkan untuk peluncuran jaringan, sementara Indosat dan XL masing-masing akan menghabiskan kurang dari Rp8 triliun.

Fitch mengatakan Telkomsel memiliki lebih dari 103.000 BTS pada akhir tahun 2015, dengan hampir 54.000 situs 3G / 4G, dibandingkan dengan Indosat dan XL yang masing-masing memiliki kurang dari 56.000 situs.

Tumbuh tapak 4G
Investasi dan cakupan yang luas telah memungkinkan Telkomsel meluncurkan layanan LTE di 100 kota dan menambahkan sekitar 1,3 juta pengguna 4G di Q1, memberikan total 3,5 juta dan membawanya melewati Indosat dan Axiata XL, yang memiliki tiga juta dan 3,4 juta 4G koneksi masing-masing, menurut GSMA Intelligence.

XL, yang melanjutkan rebound finansialnya kuartal lalu, mengatakan bahwa pihaknya memiliki 3.286 situs 4G di 36 kota besar, sementara pesaingnya Smartfren Telecom yang lebih kecil mengatakan bahwa pihaknya menawarkan layanan LTE di 188 kota dan memiliki 1,5 juta pengguna 4G.

Perusahaan induk Telkomel, BUMN Telkom Indonesia, melaporkan pendapatan tumbuh 16,6 persen pada triwulan 1 sampai Rp27,5 triliun, kenaikan dua digit pertama dalam lima tahun. Laba bersihnya meningkat 20 persen menjadi Rp6,9 triliun.

Pendapatan data seluler meningkat 53 persen year-on-year menjadi Rp6,3 triliun, sementara pendapatan SMS meningkat tajam 15 persen menjadi Rp3,96 triliun.

Fitch mengatakan bahwa marjin EBITDA Telkomsel secara bertahap akan menurun, karena layanan data yang kurang menguntungkan menggantikan layanan voice dan short messaging tradisional. Ini memperkirakan bahwa marjin EBITDA akan tetap sangat sehat 54-55 persen selama 2016-17.